Samsung secara resmi meluncurkan flagship terbarunya dari series S yakni Galaxy S21. Salah satu fitur baru yang dibawa oleh lini ponsel pintar terbaru dari Samsung ini adalah Pemindai sidik jari 3D Sonic generasi kedua.
Sensor fingerprint besutan dari Qualcomm ini merupakan
penerus dari generasi sebelumnya yang telah lebih dulu digunakan oleh Samsung
untuk ponsel Galaxy S10, Galaxy Note 10, dan Galaxy S20.
![]() |
| source : Indozone |
Pabrik asal Korea selatan itu menyebut bahwa Pemilndai Sidik
Jari terbaru ini memiliki ukuran area pemindai yang lebih besar yakni 1,7 kali
lebih besar dan dapat melalukan proses pemindai sidik jari 50 persen lebih
cepat.
Ben Schoon, seorang editor dari 9to5Google, telah mencicipi fingerprint sensor Galaxy S21 dalam
sebuah video yang ia unggah dalam akun Twitternya. Terlihat bahwa sensor
fingerprint pada Galaxy S21 tersebut mampu membuka kunci layar dalam respon
yang cukup cepat.
“sensor pemindai sidik jari S21 memang sangat cepat, tetapi
tidak lebih baik dari (sensor fingerprint) optik. Terlalu dini untuk
membicarakan akurasi. Namun ini jelas merupakan peningkatan besar,” tulis
Schoon.
Saat ini kebanyakan ponsel mengandalkan dua jenis sensor
pemindai sidik jari untuk keamanannya, yakni Ultrasonic dan sensor optik. Prinsipnya, jenis sensor optik
menggunakan cahaya untuk memindai sidik jari, sementara sensor ultrasonic
menggunakan gelombang suara.
Bedanya, sensor cahaya hanya mampu menghasilkan gambar
secara 2D dari pola sidik jari pengguna. Sementara sensor ultrasonic mampu
membuat gambar secara 3D sehingga secara teori lebih akurat dan masih dapat digunakan
walalupun jari pengguna dalam keadaan basah atau kurang bersih.
Menghimpun dari XDA Developers, Senin (18/1/2021). Samsung sebelumnya
telah membenamkan sensor pemindai sidikjari pada flagship nya yakni Galaxy S20.
Meski demikian, performa sensor pemindai sidik jari tersebut masih kalah dengan
yang ada pada Galaxy S21.
Tags :
Fitur Sensor
Fingerprint
Fingerprint Ultrasonic
Kelebihan
Galaxy S21
Samsung

