Tahun 2030 jepang akan stop penjualan mobil bahan bakar bensin

Desember 29, 2020

Berbagai rencana baru aka diluncurkan Jepang untuk mewujudkan misi Netral Karbon pada tahun 2050. Satu langkah lagi untuk merealisasikan misi tersebut yaitu dengan menghentikan penjualan kendaraan terutama Mobil Berbahan Bakar Bensin.

Mobil Jepang


Larangan ini akan diterapkan oleh pemerintah  Jepang mulai tahun 2030-an. Sebagai penggantinya, pemerintah Jepang akan beralih pada kendaraan Hibrida, Mobil Listrik, dan juga mobil yang dilengkapi denga mesin Bahan Bakar Sel.

Dilansir melalui AFP, Jepang yakin rencana baru tersebut untuk mewujudkan misi netral karbon adalah bukan suatu hal yang negatif. Pemerintah Jepang yakin, rencana tersebut akan berdampak positif bagi negara.

Juru bicara pemerintah, Katsunobu kato berkata bahwa “ Tindakan pemerintah terhadap Lingkungan mencerminkan keyakinan kami bahwa perubahan pola pikir yang signifikan diperlukan dan bahwa ini bukan kendala untuk pertumbuhan, melainkan mereka adalah pendorong pertumbuhan,”.

Jepang kerap mengklaim dirinya sebagai negara berteknologi hemat energi. Namun, negara penandatangan kesepakatan Iklim Paris tersebut dipandang enggan mengurangi ketergantungannya pada Bahan Bakar Fosil.

Negara dengan ekonomi terbesar ketigha dunia ini juga masih sangat tergantung pada gas alam cair dan batu bara, akibat sebagian besar reaktor nuklir padsa negara ini berhenti beroprasi sejak bencana Fukushima yang terjadi pada tahun 2011 lalu.

Jepang juga kan memfokuskan teknologi pembangkit tenaga angin lepas pantai yang disampan oleh Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga. Jepang berniat dalam beberapa dekade mendatang akan memproduksi hingga 45 Gigawatt.

Untuk menutupi 30-40 persen Permintaan Listrik Negara, Jepang ingin menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan termal, juga teknologi penangkapan karbon. Sedangkan, untuk dapat memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan daya bangsa Jepang memberikan harapannya pada Teknologi Amonia dan Hidrogen.

Jepang memprediksi lonjakan Listrik sebesar 30 hingga 50 persen pada tahun 2050.

Terkait larangan Jepang pada Kendaraan Berbahan Bakar Bensin, Jepang juga akan menurunkan Biaya Baterai.

Mika Ohbayashi selaku Direktur Institut Energi Terbarukan Jepang menilai, seluruh rencana Pemerintah Jepang utuk Merealisasikan misi netral karbon pada tahun 2020 kurang ambisius.

“Titik awal yang buruk dan menunjukkan kurangnya Ambisius”. Ujar Ohbayashi.

Mika Ohbayashi berpendapat, harusnya Jepang mengarahkan energi terbarukan untuk menutupi 50-60 persen kebutuhan Listrik nasional pada tahun 2030, daripada harus menunggu hingga tahun 2050.

Ohbayashi  juga menyatakan Skeptitismenya tentang dalam beberapa dekade mendatang apakah teknologi penangkapan karbon akan tersedia secara luas atau tidak ?.


Tags :

misi netral karbon negara jepang

mobil bahan bakar bensin

pembangkit listrik tenaga nuklir

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar